Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test Antigen

Dokterlink.com – Sejumlah daerah mewajibkan para pendatang untuk melakukan tes rapid swab antigen sebelum keberangkatan pada musim liburan akhir tahun pandemi Covid-19. Terdapat sejumlah kelebihan dan kekurangan tes swab antigen.

Tes swab antigen berbeda dengan rapid test antibodi yang sebelumnya boleh digunakan untuk keberangkatan. Rapid swab antigen adalah salah adalah pemeriksaan serologi yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen spesifik dari virus corona SARS-Cov-2. Antigen adalah molekul yang dapat merangsang respon daya tubuh.

Ahli patologi klinik, dr Muhammad Irhamsyah menjelaskan, swab antigen dilakukan pada tubuh pasien dengan mengambil spesimen melalui swab atau usapan pada bagian dalam hidung dan tenggorokan atau nasofaring dan orofaring. Oleh karena itu, tes ini hanya dapat dilakukan di laboratorium atau rumah sakit oleh petugas yang kompeten.

Spesimen yang diambil melalui swab akan diperiksa secara cepat atau rapid pada sebuah alat.

Berikut kelebihan swab antigen.

1. Hasil dapat diketahui secara cepat

Hasil pemeriksaan dapat diketahui melalui alat rapid. Alat tersebut akan memunculkan warna pada garis tes (T) dalam waktu sekitar 15-30 menit saja.

Waktu yang dibutuhkan ini sama dengan rapid tes antibodi, tapi jauh lebih cepat dibandingkan tes PCR.

2. Mampu mendeteksi virus secara langsung

Swab antigen mampu mendeteksi komponen virus secara langsung untuk deteksi dini.

“Tidak membutuhkan masa inkubasi terjadinya ikatan antigen antibodi untuk timbul hasil,” kata Irhamsyah yang bertugas di Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur, dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (21/12).

Tes ini juga tidak memerlukan alat pemeriksaan laboratorium khusus seperti tes swab PCR.

Berikut kekurangan swab antigen

1. Hanya mendeteksi dini

Tes ini hanya dapat mendeteksi dini sehingga berpotensi memberikan hasil yang negatif palsu dari hasil swab antigen.

2. Tingkat akurasi bervariasi

Menurut Irhamsyah, tingkat akurasi alat tes swab antigen rapid bervariasi dari masing-masing merek. Adapun tingkat sensitivitas alat swab antigen adalah lebih dari 80 persen dan spesifisitas alat swab antigen adalah lebih 97 persen.

Walaupun didapatkan hasil negatif pada rapid swab antigen, hal tersebut tidak dapat menyingkirkan kemungkinan terinfeksi SARS-Cov-2 sehingga seseorang masih berisiko menularkan ke orang lain.

“Hasil negatif pada swab antigen dapat terjadi pada kondisi kuantitas [jumlah] antigen pada spesimen di bawah kemampuan level deteksi alat tersebut,” kata Irhamsyah.

3. Keterampilan petugas memengaruhi hasil

Swab antigen dilakukan dengan cara mengusap bagian dalam hidung dan tenggorokan. Artinya, keterampilan petugas dalam mengambil spesimen akan memengaruhi hasil. Petugas juga harus menggunakan alat pelindung diri level 3 untuk mengambil spesimen.

4. Uji validasi swab antigen terbatas

Irhamsyah menyatakan, uji validasi hasil swab antigen masih terbatas sehingga belum dapat menggantikan posisi RT-PCR.

Rapid swab antigen direkomendasikan untuk wilayah-wilayah dengan ketersediaan alat tes PCR yang terbatas dan sulit ditemui.

“Saya rasa program ini efektif namun tidak 100 persen efektif karena dari segi akurasi alat yang masih rendah dibandingkan dengan tes material genetik SARS-Cov-2 [PCR],” kata Irhamsyah.

Irhamsyah menyarankan pasien untuk melakukan tes ulang atau tes konfirmasi dengan PCR bila pasien bergejala atau diketahui memiliki kontak dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19. Sumber: CNN Indonesia

Sumber: CNN Indonesia

Wishlist 0
Continue Shopping

Screening

Screening

Screening

PCR VIP

PCR VIP adalah dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

PCR Home Visit

PCRHome Visit adalah dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

PCR Regular

PCR Regular adalah dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.