๐ŸŠ๐Ÿงก Manfaat Rutin Suntik Vitamin C

Vitamin C adalah salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin C berguna sebagai antioksidan yang berfungsi untuk melindungi kerusakan sel-sel tubuh akibat paparan radikal bebas. Asupan vitamin C ke dalam tubuh dapat dipenuhi melalui konsumsi makanan dengan kandungan vitamin C, suplemen, atau juga dengan suntik vitamin C.

Suntik vitamin C adalah metode perawatan kulit yang beberapa tahun ini banyak digunakan oleh wanita. Suntik vitamin C mempunyai manfaat dan juga efek buruk untuk tubuh. Cairan vitamin C disuntikkan ke dalam tubuh dengan dua cara, yaitu intramuskular (dengan menyuntikkan di bawah kulit melalui otot) dan subkutan (menyuntikkan lewat pembuluh darah atau intravena).

Dosis rata-rata harian suntik vitamin C untuk orang dewasa yaitu sekitar 70-150 miligram. Lalu, untuk orang-orang yang mengalami kekurangan vitamin C disarankan mencapai dosis harian 300 miligram sampai 1 gram. Ketika seseorang melakukan suntik vitamin C, manfaat yang didapat adalah:

1. Menangani Defisiensi Vitamin C
Suntik vitamin C dibutuhkan untuk seseorang yang kekurangan atau defisiensi vitamin C akut. Hal ini dilakukan karena tubuhnya tidak dapat menyerap vitamin C melalui konsumsi makanan yang mengandungnya. 

2. Merawat Kulit
Suntik vitamin C manfaatnya sama seperti penggunaan vitamin C yang dioleskan ke kulit, yaitu dapat membantu merawat kulit keriput atau pun kulit kemerahan (eritema). Walaupun beberapa orang berharap suntik vitamin C dapat mengurangi keriput wajah dan memutihkan kulit, pada kenyataannya belum ada bukti secara medis akan hal tersebut.

3. Membantu Pembentukan Kolagen
Suntik vitamin C mengandung asam askorbat yang dibutuhkan untuk pembentukan kolagen serta perbaikan jaringan. Kolagen adalah protein pada tubuh yang dapat menguatkan struktur tubuh. Kolagen terdapat pada kulit, otot, tendon, dan tulang.

4. Menghambat Sel Kanker
Suntik vitamin C dapat mengurangi perkembangan tumor otak, tumor pada indung telur atau ovarium, dan tumor pankreas. Walau sampai saat ini belum teruji secara klinis hal tersebut dapat efektif pada manusia.

Penulis : Tim Redaksi Dokterlink